
Mantan Direktur Utama PT. Angkasa Pura II itu membeberkan, saat ini proyek sudah memasuki proses finalisasi, seperti pemasangan ramp on/ramp off dari jalan akses, penetapan alur pelayaran dan perairan pandu, pemilihan operator, dan sejumlah hal lainnya. terkait dengan dukungan aksesibilitas, budi menyebutkan, nantinya Pelabuhan Patimban ini menjadi kawasan logistik yang sangat besar, tuturnya.
Pembangunan Pelabuhan Patimban dilaksanakan dalam 3 tahap, Tahap Pertama, Pelabuhan Patimban direncanakan akan dapat melayani 3.75 juta peti kemas (TEUS), Tahap Kedua, kapasitas pelayanan akan meningkat menjadi 5.5 juta TEUS dan pada tahap ketiga akan meningkat kembali hingga 7 juta TEUS (ultimate), Secara umum Pelabuhan Patimban akan melayani jenis muatan peti kemas dan kendaraan bermotor (car terminal) yang mengangkut menggunakan kapal-kapal berukuran besar. car terminal ini nantinya akan memiliki kapasitas 600 ribu kendaraan pertahun pada kondisi ultimate alias sudah rampung semuanya.
Dengan adanya Car Terminal di Pelabuhan Patimban secara umum diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas khususnya untuk ekspor-impor produk kendaraan di Pelabuan Tanjung Priok. Keberadaan Pelabuhan Patimban secara umum diharapkan dapat mengurangi biaya logistik dengan mendekatkan pusat produksi dengan pelabuhan, memperkuat pertahanan ekonomi, sekaligus mengurangi tingkat kepadatan lalu lintas dari dan menuju jakarta, diharapkan juga pelabuhan ini dapat mendorong ekonomi masyarakat sekitar dan juga secara nasional.
