Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, resmi memasuki babak baru dalam pengembangan sektor logistik nasional setelah menerima kedatangan kapal peti kemas Mediterranean Shipping Company (MSC) Aria III.
Sektor logistik global saat ini berada dalam tekanan akibat meningkatnya biaya energi, gangguan rantai pasok, serta dinamika geopolitik. Namun, di tengah kondisi tersebut, performa sejumlah terminal peti kemas dalam negeri justru menunjukkan perkembangan yang menggembirakan pada kuartal pertama 2026.
Menjelang Lebaran 2026, aktivitas logistik nasional mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Para pelaku usaha di sektor logistik mulai menyiapkan berbagai strategi agar distribusi barang tetap berjalan lancar di tengah lonjakan permintaan.
Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) kembali memperkuat fasilitas operasionalnya dengan mendatangkan satu unit quay container crane (QCC) baru. Kedatangan alat ini merupakan bagian dari rencana pengadaan tiga unit QCC, setelah dua unit sebelumnya tiba dan dibongkar pada Desember lalu.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menetapkan pengenaan bea masuk tambahan berupa Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) atas impor kain tenun berbahan kapas. Kebijakan ini diatur melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 98 Tahun 2025 dengan tarif hingga Rp3.300 per meter.
Menyambut Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), kondisi rata-rata tingkat pemanfaatan lapangan penumpukan peti kemas atau yard occupancy ratio (YOR) di wilayah pabean Pelabuhan Tanjung Priok terpantau masih dalam kondisi stabil dan terkendali.
Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), tingkat pemanfaatan lapangan penumpukan peti kemas atau yard occupancy ratio (YOR) di sejumlah terminal yang berada di kawasan pabean Pelabuhan Tanjung Priok terpantau masih dalam kondisi terkendali
Kementerian Perdagangan menetapkan sasaran peningkatan ekspor nasional hingga mencapai US$405,69 miliar atau setara Rp6,76 kuadriliun pada tahun 2029. Target tersebut akan dikejar secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan.