Kementerian Perdagangan menetapkan sasaran peningkatan ekspor nasional hingga mencapai US$405,69 miliar atau setara Rp6,76 kuadriliun pada tahun 2029. Target tersebut akan dikejar secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan bahwa kinerja ekspor Indonesia menunjukkan tren positif. Pada 2024, nilai ekspor tercatat mencapai US$266,53 miliar, naik 2,70 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah pun menargetkan kenaikan ekspor secara progresif setiap tahun.

Ia menjelaskan, apabila ekspor dapat menembus US$315 miliar, angka tersebut akan menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah. Pemerintah menargetkan nilai ekspor sebesar US$294 miliar pada tahun ini, meningkat menjadi US$315 miliar pada tahun depan, dan terus didorong hingga mencapai US$405 miliar pada akhir 2029.

Menurut Budi, strategi peningkatan ekspor akan difokuskan pada pengembangan produk unggulan serta penetrasi pasar yang memiliki potensi besar. Dengan memperluas dan mempermudah akses pasar, pemerintah optimistis target ekspor jangka menengah dapat tercapai.

Secara rinci, pemerintah memproyeksikan ekspor Indonesia sebesar US$294,45 miliar pada 2025, kemudian meningkat menjadi US$315,31 miliar pada 2026, US$340,2 miliar pada 2027, US$370,04 miliar pada 2028, hingga mencapai US$405,69 miliar pada 2029.

Budi juga menjelaskan bahwa target pertumbuhan ekspor pada tahun depan sedikit lebih rendah dibandingkan tahun ini karena lonjakan pertumbuhan pada tahun berjalan yang mencapai 7,1 persen. Sementara itu, pertumbuhan ekspor pada tahun berikutnya ditetapkan sebesar 7,09 persen. Meski demikian, jika target ekspor tahun 2026 terealisasi, capaian tersebut tetap akan mencetak rekor baru.

Ia menambahkan bahwa perhitungan target tersebut telah disesuaikan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen. Pemerintah juga optimistis realisasi ekspor akan terdorong oleh semakin banyaknya kerja sama perdagangan internasional, baik melalui CEPA maupun FTA dengan berbagai negara mitra.

Selain itu, Kementerian Perdagangan berencana mengintensifkan penyelenggaraan forum bisnis dan kegiatan business matching secara daring, termasuk bagi pelaku UMKM, guna memperluas jangkauan pasar global, khususnya ke kawasan Uni Eropa.