Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) menyampaikan bahwa pergerakan peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok kini mulai kembali stabil. Kondisi ini terjadi setelah kebijakan pembatasan arus peti kemas di pelabuhan tersebut resmi dihentikan.

Ketua DPD DKI Jakarta Aptrindo, Darmawan Witanto, mengungkapkan bahwa sejak berakhirnya pembatasan pada 29 Maret, arus peti kemas menunjukkan kondisi yang relatif terkendali.

Pria yang akrab disapa Akong tersebut menjelaskan bahwa berdasarkan data per Jumat (27/3), tingkat keterisian lapangan penumpukan atau Yard Occupancy Ratio (YoR) di terminal peti kemas Tanjung Priok masih berada dalam kategori normal.

Rinciannya, tingkat keterisian di terminal domestik tercatat sekitar 70%, terminal internasional 60%, JICT 45%, TPK Koja 40%, serta IPC TPK Internasional (OJA) dan (TSJ) masing-masing sebesar 28%.

Selain itu, dengan kondisi arus yang sudah lancar, Pelindo memastikan seluruh terminal siap menghadapi potensi lonjakan arus barang setelah Lebaran melalui layanan operasional penuh selama 24 jam setiap hari. Untuk mendukung pelaku usaha, juga diberikan keringanan berupa diskon biaya penumpukan.

Aptrindo berharap situasi yang sudah membaik ini dapat terus terjaga sehingga arus peti kemas tetap lancar setelah Lebaran 2026.