Pada Januari-Februari 2021, Ekspor Indonesia ke Malaysia mencapai US$ 939 ribu atau meningkat hampir 80% dibandingkan periode yang sama tahun 2020. Sedangkan pada 2020, nilai ekspor produk minuman mencapai USD 3,81 juta atau meningkat 6,17 persen dibandingkan tahun 2019.
Di era pandemi, permintaan minuman justru mengalami peningkatan. Konsumsi masyarakat Malaysia terhadap produk minuman Indonesia sangat tinggi terutama tahun 2020. Padahal Malaysia menerapkan pembatasan pergerakan secara ketat selama pandemi, ujar Direktur Jendral Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi dalam keterangannya, 6/5/2021.
Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk Malaysia Hermono mengatakan, peluang ekspor produk minuman Indonesia ke Malaysia masih terbuka lebar. salah satunya dengan adanya penandatanganan kerja sama sponsorship antara kalbe Malaysia Sdn Bhd dengan Fotball Association Of Malaysia (FAM)yang dilaksanakan 5/5/2021.
Dengan kerja sama ini, kalbe farma kan memberikan minuman berenergi ternama dari Indonesia sebagai bentuk sponsorship dalam penyelenggaraan liga amatir yang berada di bawah tanggung jawab FAM, imbuh Hermono, Menurut Atase Perdagangan Kuala Lumpur Deden Muhamad, sponsorship ini sangat baik dilakukan sebagau bentuk promosi dalam mengenalkan produk Indonesia kepada berbagai lapisan masyarakat, termasuk diaspora yang berbeda di Malaysia.
Kerja sama sponsorship ini merupakan langkah penting dalam memanfaatkan peluang tersebut. melalui kerja sama sponsorship ini, diharapkan dapat mendorong ekspor produk minuman Indonesia ke Malaysia. kata Deden, Consumer Head Kalbe Malaysia Asep Dasuki menyampaikan, kerja sama Kalbe dengan FAM merupakan kesempatan yang sangat baik untuk mendorong ekspor produk minuman energi di pasar Malaysia.
Pada Periode bulan Januari-Februari 2021, nilai ekspor Indonesia ke Malaysia mencapai US$ 1,491 Miliar atau meningkatkan 32,56 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020. sedangkan impor Indonesia dari Malaysia tercatat sebesar US$ 909,36 juta. dengan demikian, Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar US$ 581.64 Juta.
