Kalangan Pengusaha menilai penetapan harga vaksin Sinopharm untuk program vaksinisasi gotong royong sudah ideal meski sebelumnya pernah mengusulkan agar harganya di sesuaikan kemampuan mereka. Penetapan harga resmi untuk vaksin Sinopharm itu tertuang dalam Kemenkes Nomor HK.01.07/MENKES/4643/2021 tentang Penetapan Besaran Harga Pembelian Vaksin Produksi Sinopharm Melalui Penunjukan PT. Bio Farma (Persero) dalam Pelaksanaan Pengadaan Vaksin Covid-19 dan Tarif Maksimal Pelayanan untuk Pelaksanaan Vaksin Gotong Royong.

Dalam Kempenkes itu, ditetapkan harga pembelian vaksin sebesar Rp.321.660 per dosis dan tarif maksimal pelayanan vaksinisasi sebesar Rp.117.910 per dosis, Harga sebesar Rp.321.660/dosis dan biaya penyuntikan sebesar Rp.117.910/dosis, kalo dua kali suntikan totalnya Rp.879.140/orang sudah harapan semua pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) DKI Jakarta Sarman Simanjorang dalam pesan singkat di Jakarta.

Sarman menyatakan, sebelumnya dunia usaha juga pernah mengusulkan agar harga vaksin mandiri bisa disesuaikan dengan kemampuan pengusaha yakni di kisaran Rp.250 ribu s/d Rp.500 ribu. Meski Harga yang ditetapkan pemerintah lebih tinggi, Menurut Sarman, besarannya masih dalam jangkauan dunia usaha.

“Memang pernah kita usulkan agar biaya jangan terlalu mahal harus terjangkau dan sesuai daya beli kemampuan dunia usaha di kisaran Rp.250 ribu s/d Rp.500 ribu. Dengan harga yang ditetapkan pemerintah ini menurut hemat kami sudah ideal. “katanya. Sarman mengungkapkan, pengusaha bisa lebih menghemat jika memiliki fasilitas klinik dengan standar tertentu sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya penyuntikan”.

Yang perlu diatur kemudian teknis pendistribusian dan pemesanan karena kedatangan vaksin masih terbatas dan bertahap. Disisi lain, jumlah pemesan sudah mencapai 17 ribu pengusaha dengan jumlah tenaga kerja mencapai 8 juta orang. Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin DKI Jakarta itu juga menegaskan perlu segera ditetapkan sektor usaha yang menjadi skala prioritas dan strategis seperti pada karya, energi, industri makanan dan minuman serta pelayanan publik lainya.

Demikian pula perusahaan-perusahaan yang berada di zona-zona merah penyebaran Covid-19 perlu menjadi prioritas program vaksinisasi, termasuk industri di Jakarta, kita berharap vaksinisasi gotong royong berjalan lancar untuk percepatan pemulihan ekonomi nasional dan keselamatan bersama.