Indonesia melalui Anggota Kerja sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) terus mengupayakan kelancaran arus perdagangan di kawasan Asia-Pasifik sebagai bentuk implementasi mandat dari para Menteri Perdagangan APEC (Minister Resposible for Trade/MRT) pada Juni 2021 lalu.

 Upaya memastikan jaringan rantai pasok tetap terbuka dan berjalan lancar ditempuh lewat komitmen mengurangi hambatan perdagangan dengan memanfaatkan teknologi digital dan percepatan implementasi perjanjian fasilitasi perdagangan WTO (WTO Trade Facilitation Agreement/FTA), serta pembukaan kembali perjalanan internasional dengan aman.

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan (kemendag) Djatmiko Bris Witjaksono mengatakan forum APEC berperan sangat krusial dalam menjalankan mandat para Menteri Perdagangan APEC. “Kontribusi seluruh kelompok kerja didalam forum APEC dalam menindaklanjuti mandat para Menteri Perdagangan APEC sangat dibutuhkan jika ingin mewujudkan komitmen bersama menangani dampak pandemi Covid-19, Minggu 29 Agustus 2021.

Sementara itu, Direktur perundingan APEC dan Organisasi Internasional Kemendag Farid Amir yang hadir dalam pertemuan CT13 tersebut menyampaikan pandangan Indonesia bahwa upaya APEC dalam mengatasi dampak pandemi selaras dengan upaya yang sedang dilakukan Pemerintah Indonesia saat ini. Farid menambahkan, pemanfaatan teknologi akan mendorong modernisasi fasilitas perdagangan secara menyeluruh dan menciptakan peluang bagi pemerintah maupun swasta. Namun, perlu mempertimbangkan kapasitas dan kesenjangan digital antar-Ekonomi APEC terutama dalam hal kesiapan infrastruktur dan kerangka kebijakan, termasuk mengutamakan kegiatan peningkatan kapasitas dan berbagi informasi kebijakan.

Akselerasi implementasi perjanjian fasilitasi perdagangan WTO juga akan berkontribusi positif dalam mempercepat pemulihan ekonomi dan memperlancar arus perdagangan. Indonesia menyambung baik program-program peningkatan kapasitas terkait perjanjian fasilitasi perdagangan WTO serta diskusi APEC terkait dukungan. Terhadap sistem perdagangan multilateral dan reformasi WTO, terutama dalam mendukung konferensi Tingkat Menteri ke-12 WTO pada November mendatang, kata Farid.

Forum APEC juga terus mengedepankan diskusi fasilitasi mobilitas bisnis dan solusi digital untuk pembukaan kembali perjalanan internasional secara aman dimasa pandemi. Terkait hal ini, Indonesia telah berkontribusi dalam memenuhi mandat para Menteri Perdagangan APEC melalui inisial program peningkatan kapasitas dan berbagi informasi terkait peningkatan pemanfaatan kartu perjalanan bebas visa bagi pembisnis di Kawasan APEC (APEC Business Travel Card/ABTC)