Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada akhir pekan berpotensi menguat seiring meredanya kekhawatiran pasar soal gagal bayar Evergrande. Rupiah pagi ini bergerak melemah 7 poin atau 0,05 persen ke posisi Rp.14.250 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp.14.243 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah berpeluang menguat hari ini dengan menguatnya minat pasar terhadap risiko sejak kemarin, kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta. Semalam, indeks saham AS rata-rata ditutup menguat di atas 1 persen. Sementara harga emas yang merupakan aset aman bergerak turun. Sedangkan nilai tukar utama dan regional bergerak menguat terhadap dolar AS.
Menurut Ariston, perbaikan sentimen minat pasar terhadap risiko itu disebabkan oleh tindakan Bank Sentral China yang menyuntikan dana ke sistem perbankan untuk meningkatkan likuiditas di tengah krisis utang perusahaan properti Evergrande. Evergrande juga menyatakan masih berusaha untuk membayar kewajibannya. persoalan utang ini belum selesai, tapi untuk sementara, kekhawatiran pasar mereda, ujar Ariston.
Ariston mengatakan rupiah ini berpotensi menguat ke kisaran Rp.14.220 per dolar AS hingga Rp.14.200 per dolar AS dengan potensi resisten dikisaran Rp.14.260 per dolar AS. Pada Kamis (23/09) lalu, rupiah ditutup stagnan alias sama dengan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp.14.243 per dolar AS.
