Antara-Integrasi data secara digital dinilai dapat mempercepat pelayanan kepelabuhan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, sehingga meningkatkan daya saing pelabuhan nasional, kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Kita ingin daya saing ini dapat ditunjukan oleh Pelabuhan Tanjung Priok. Karena pelabuhan ini mengelola hampir 70 persen kegiatan ekspor-impor nasional.
Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat ini meninjau langsung proses pelayana dokumen Surat Penyerahan Petikemas (SP2) Bea Cukai, serta penerapan layanan Single Truck Identification Data (STID) di Pelabuhan Tanjung Priok, yang didampingi Direktur Jendral Bea dan Cukai Kemenkeu Askolani.
Menhub mengatakan, sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo, untuk meningkatkan daya saing bangsa Indonesia dengan negara lain, maka perlu memberikan layanan kepelabuhan yang lebih mudah, murah dan cepat. Ditambahkan, sejumlah upaya yang tengah dilakukan diantaranya yaitu, mengintegrasikan data yang dimiliki Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Laut dan Kemenkeu melalui Ditjen Bea dan Cukai, melalui integrasi data dan digitalisasi pelayanan dokumen SP2 dan layanan STID di Pelabuhan Tanjung Priok
Satu proses layanan yang sebelumnya dilakukan masing-masing, sekarang bisa dilakukan secara digital dan terintegrasi, sehingga lebih cepat dan mudah, ucap menhub. SP2 merupakan dokumen yang harus diserahkan oleh pelaku usaha untuk mengeluarkan peti kemas dari dalam pelabuhan. Sementara, STID adalah identitas dari truk-truk yang terdata secara terpusat yang digunakan untuk melakukan transaksi gate in/out di semua terminal di pelabuhan.
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu Askolani mengatakan pihaknya siap untuk berkolaborasi dengan Kemenhub untuk mempermudah layanan kepelabuhan. Upaya pemerintah untuk meningkatkan layanan kepelabuhan ini merupakan implementasi Intruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 Tahun 2020 tetang penataan Ekosistem Logistik Nasional (National Logistic Ecosytem/NLE)
Melalui implementasi NLE, diharapkan layanan kepelabuhan menjadi lebih efesien, terintegrasi, dan transparan. Dengan begitu, diharapkan biaya logistik dapat ditekan, sehingga dapat meningkatkan daya saing pelabuhan nasional dalam kegiatan ekspor-impor yang dapat mendongkrak perekonomian nasional.
