Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 4 mencatat adanya pertumbuhan kinerja pada arus barang dan arus peti kemas di pelabuhan kelolaannya pada awal semester II/2024 atau pada rentang Juli – Agustus 2024. Masing-masing mengalami peningkatan yang cukup baik hingga tumbuh mencapai dua digit.

Executive Director 4 Pelindo Regional 4 Abdul Aziz merinci, untuk atus peti kemas pada periode tersebut tercatat mencapai 1.624.560 TEUs, mengalami peningkatan kinerja secara konsolidasi sebesar 11% dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini dipicu oleh meningkatnya pengiriman di Pelabuhan Samarinda dan Terminal kaltim Kariangau Terminal (KKT) untuk supply kebutuhan proyek di lokasi Ibu Kota Negara Nusantara atau IKN. Selain itu meningkatnya kebutuhan barang konsumsi di wilayah Kalimantan Timur juga disebut memberi peran terhadap kinerja arus peti kemas.

Lebih jauh, meningkatnya kegiatan ekspor impor LNG menggunakan peti kemas isotank di Pelabuhan Tarakan dan telah meningkatnya pengiriman barang proyek melalui peti kemas di Terminal Kendari untuk kebutuhan pembangunan smelter PT IWIP juga memberi andil besar terhadap realisasi ini.

Sementara itu dari sisi kinerja arus barang, teralisasi pada Juli-Agustus 2024 sebesar 50.952.723 ton/m3, tumbuh tinggi hingga 74% jika dibandingkan dengan periode  yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar 29.284.905 ton/m3.

Pertumbuhan ini disebabkan oleh meningkatnya kegiatan bongkar muat barang di wilayah terminal khusus yang ada di sekitar pelabuhan Samarinda dan Pelabuhan Balikpapan, serta meningkatnya kegiatan bongkar muat barang di Pelabuhan Parepare, Pelabuhan Ambon, dan Pelabuhan Nunukan.

“Dengan kinerja yang terus meningkat, Pelindo Regional 4 berkomitmen untuk menjadi salah satu pelopor dalam sector logistic dan pelabuhan di Indonesia. Kami akan terus berinovasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam memperkuat posisi sebagai garda terdepan dalam mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Abdul Aziz.