Kementrian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan Pelabuhan Sorong berpotensi menjadi pintu baru masuknya barang impor 7 komoditas.
Hal ini adanya rencana pemerintah melalui kementrian perdaganan (Kemendag) dan Kementrian Perindustrian (Kemenperin) yang akan memindahkan pintu masuk 7 Komoditas barang jadi impor ke pelabuhan-pelabuhan di wilayah Indonesia bagian timur.
Direktur Lalu Lintas dan Angkatan Laut Ditjen Hubla Kemenhub Hartanto mengatakan, pelabuhan yang berpotensi untuk dijadikan pintu masuk baru barang impor adalah pelabuhan yang besar dan terakreditasi kelas 1.
“potensinya yang jelas pelabuhan-pelabuhan kelas 1, kelas utama kemungkinan besarnya. Kayak Sorong itu cukup memadai,” ujarnya.
Lanjut dia, pihaknya masih mengidentifikasi dan melihan pelabuhan-pelabuhan mana lagi yang berpotensi dijadikan pelabuhan pintu masuk yang baru untuk barang impor.
Pihaknya pun ingin berhati-hati dalam menentukan pelabuhan-pelabuhan yang akan dipilih sesuai dengan kelayakan dari pelabuhan.
Hartanto menambahkan, pemerintah masih belum memiliki target kapan pemindahan pintu impor itu diimplementasikan.
“pada prinsipnya Pak Menteri Perhubungan (Menhub) akan mengikuti terus perkembangannya dan kita juga akan siap atas apa yang menjadi kesepakatan pimpinan,” katanya.
Sebelum itu, Agus Gumiwang kartasasmita selaku Menteri Perindustrian (Menperin) berencana mengalihkan pintu masuk tujuh komoditas barang jadi impor ke pelabuhan-pelabuhauun di wilayah Indonesia bagian Timur.
Tujuh komotidas tersebut meliputi tekstil ptoduk tekstil (TPT), pakaian jadi, keramik, perangkat elektronik, produk kecantikan, barang tekstil jadi, dan alas kaki. Beliau mengatakan bawha langkah ini diambil karena banyaknya barang jadi impor yang masuk ke dalam negeri.
“Nah itu akan kami usulkan, termasuk tekstil, untuk pintu msuknya ke Indonesia itu adalah pelabuhan-pelabuhannya ada di wilayah timur Indonesia,” kata Agus.
