Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan ekspor Indonesia tumbuh 7 hingga 9 persen dalam lima tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Terget itu diungkapkan Kepala Badan Kebijakan Perdagangan Kemendag Fajarani puntodewi saat didapuk sebagai pembicara kunci pada acara gambir trade Talk #17.
“jadi kami pun di Kementerian Perdagangan melakukan penghitungan, seandainya kita mendukung pertumbuhan perekonomian mencapai 8 persen, maka (ditetapkan) target ekspor untuk lima tahun berikutnya,” kata Puntodewi.
Untuk tahun depan, Kemendag menargetkan pertumbuhan ekspor 7,1 persen untuk mendukung pertumbuhan ekonomi 5,06 persen.
Kemudian pada 2026, Kemendag menargetkan pertumbuhan ekspor 7,09 persen untuk mendukung pertumbuhan ekonomi 5,79 persen. Pada 2027, target ekspor naik menjadi 7,89 persen.
Puncaknya pada 2029, target ekspor naik 9,64 persen untuk mendukung pertumbuhan ekonomi 8 persen.
“jadi (target ekspor) antara 7,1 hingga 9,64 persen. Nah ini merupakan satu target yang cukup luar biasa,” kata Fajarani.
Fajarani mengatakan, Kemendag akan memperluas pasar dengan melakukan perundingan perjanjian kerja sama perdagangan bebas.
“saat ini, Indonesia memiliki 11 perjanjian perdagangan bebas bilateraljika dilihat dari data statistik, hampir 87 persen ekspor kita berasal dari negara-negara mitra yang memiliki perjanjian perdagangan bebas ini,” ujar dia.
Fajarani menyebutkan, pemerintah akan memperluas perundingan kerja sama perdagangan bebas denga Uni eropa, Peru hingga Kanada.
Menurutnya, dengan target yang “optimistis”, angka realisasi pertumbuhan ekonomi dapat tetap tinggi, jika meleset dari target awal.
“Kalau enggak sampai 8 persen ya 7,5 persen. Kalau enggak sampia 7,5 ya 7 persen,” ujar Prabowo.
