Pelindo Terminal Petikemas (PTP) Nonpetikemas menyatakan komitmennya untuk terus berinovasi dan berekspansi pada 2025, dengan fokus memperluas layanan terminal nonpetikemas dan meningkatkan efisiensi logistik nasional. Melalui strategis terminalisasi dan modernisasi, PTP Nonpetikemas optimis dapat memperkuat perannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dirut PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani, menyebut bahwa rencana ekspansi ini akan mencakup perluasan pasar, pengembangan layanan shorebase berstandar internasional, serta investasi besar-besaran pada peralatan modern seperti crane dan conveyor.

Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas bongkar muat dan efisiensi operasional di berbagai cabang strategis.

Sebagai bagian dari rencana ekspansi, PTP Nonpetikemas akan mengimplementasikan strategi terminalisasi di cabang-cabang utama untuk meningkatkan kapasitas dan cakupan layanan.

Fokus utama adalah pengembangan layanan di Terminal Kijing, yang telah menunjukkan potensi besar melalui penanganan komoditas seperti Caustic Soda Liquid.

Selain itu, layanan shorebase yang telah beroperasi di tiga lokasi strategis-Jakarta, Lhokseumawe, dan Banyuwangi-akan diperluas untuk mendukung industry minyak dan gas.

Untuk mempercepat proses bongkar muat, PTP Nonpetikemas berencana melakukan investasi signifikan pada alat utama seperti crane dan conveyor.

Modernisasi ini sejalan dengan upaya perusahaan untuk mengurangi port stay dan cargo stay, yang menjadi indicator kunci efisiensi operasional.

PTP juga akan meningkatkan kualitas layanan dermaga melalui kolaborasi dengan mitra seperti PBM (Perusahaan Bongkar Muat), TUKS (Terminal Untuk Kepentingan Sendiri), dan BUP (Badan Usaha Pelabuhan). Pendekatan ini dirancang untuk memastikan layanan pelabuhan berjalan optimal sepanjang tahun, termasuk selama periode sibuk seperti Natal dan Tahun Baru.

PTP Nonpetikemas juga berencana memperkuat perannya dalam mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN), seperti proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Terminal Kijing. Dalam proyek ini, PTP bertanggung jawab atas layanan logistik bahan baku dan hasil produksi, yang berkontribusi pada hilirisasi mineral nasional.

Selain itu, perusahaan akan mengelola enam TUKS, termasuk TLB Bengkulu dan PTBA Teluk Bayur, sebagai bagian dari rencana jangka Panjang untuk memperluas portofolio layanan dan membuka peluang kerja sama baru di sektor nonpetikemas.

Langkah strategis PTP Nonpetikemas pada 2025 sejalan dengan visinya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui terminal multipurpose yang efisien dan andal. Perusahaan juga memastikan layanan pelabuhan beroperasi 24/7 dengan standar internasional, termasuk selama musim libur Panjang.

Dengan strategi ini, PTP Nonpetikemas berharap dapat memperkuat posisinya sebagai mitra logistik terpercaya, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia. Ekspansi yang direncanakan menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan infrastruktur nasional.