Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yuliot tanjung mengatakan, bergabungnya Indonesia menjadi anggota penuh organisasi kerja sama ekonomi BRICS dapat memperluas pasar ekspor produk pertambangan.

“dengan keputusan kita masuk BRICS, itu dalam rangka pemanfaatan pasar,” ujarnya.

Ia menuturkan, pihaknya saat ini sedang mempelajari dampak dari keanggotaan BRICS terhadap sektor ESDM, terutama terkait pemanfaatan pasar ekspor.

Menurut dia, negara anggota BRICS lainnya, seperti India dan China, dengan jumlah penduduk yang besar, akan memiliki kebutuhan yang tinggi terhadap produk pertambangan, sehingga menjadi peluang untuk memperluas pasar RI.

“Ini untuk pasar ekspor, seperti India, China, mereka kan populasinya cukup besar, potensi pasarnya cukup besar. Ini pemerintah secara komprehensif sudah memikirkan,” kata Yuliot.

Sebelumnya, Indonesia telah diakui secara resmi sebagai anggota penuh BRICS. Hal ini di sampaikan brasil, yang merupakan ketua kelompok negara-negara berkembang dengan perekonomian besar di dunia tersebut.

“Dengan populasi dan perekonomian terbesar di Asia Tenggara, Indonesia memiliki komitmen yang sama dengan negara-negara anggota lainnya untuk mereformasi Lembaga-lembaga tata kelola global dan memberikan kontribusi positif dalam memperdalam kerja sama Selatan-Selatan.”

Menurut Kementerian Luar Negeri Brasil, pencalonan Indonesia sebenarnya telah didukung oleh pada pemimpin BRICS pada Agustus 2023.

Namun, Indonesia memilih untuk secara resmi bergabung dengan blok tersebut setelah terbentuknya pemerintahan baru hasil Pemilu 2024.

Adapun BRICS merupakan asosiasi negara-negara berkembang dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat.