Utusan Khusus Presiden Urusan Iklim dan Energi Hashim djojohadikusumo mengungkapkan optimismenya untuk industry batu bara. Ia bahkan meyakini bahwa industry batu bara masih akan hidup lama sekali.

Dia pun menyebut, industry batu bara bukan lah industry yang akan mati dalam waktu dekat. Terutama, ketika ada teknologi baru penangkapan dan penyimpanan karbon (Carbon Capture and Storage/CCS) untuk menekan emisi.

“Batu bara sebetulnya masih bisa hidup lama sekali, not the die industry, ada yang sebut semua batu bara jelek haram, saya beda pendapat, ada teknologi baru CCS, Carbon Capture and Storage,” ungkapnya.

“Saya baru tahu CCS ini akan memberikan peluang batu bara live longer, carbon yang dihasilkan batu bara nanti akan diambil menampung menyerap karbon di dalam atmosfir,” katanya.

Selain industry batu bara, dia pun menyebut, komoditas mineral juga akan dikembangkan lebih lanjut melalui hilirisasi.

Menurutnya, Indonesia tidak perlu bergantung pada pihak asing untuk melakukan hilirisasi di dalam negeri.

“Pak Prabowo dia memulai 15 megaproyek termasuk bagian dari hilirisasi, kalau asing tidak mau, kita yang bangun smelter aluminium, kita bangun kilang, kita bangun bauksit sendiri. Jangan bergantung pada asing tapi hanya untuk menambah saja,” ungkap Hasim.

Sebelumnya Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan akan melanjutkan program hilirisasi yang sebelumnya dijalankan oleh Presiden RI ke 7 Joko Widodo (Jokowi). Tak tanggung-tanggung, di tahun ini akan ada 15 megaproyek hilirisasi yang akan dijalankan.

Presiden Prabowo menjelaskan bahwa hilirisasi menjadi salah satu yang dilanjutkan untuk memajukan ekonomi Indonesia.