Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan Indonesia mencapai surplus US4,10 miliar per Juni 2025.
Dengan demikian, Indonesia mencatatkan surplus selama 62 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Deputi Bidang satatistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menerangkan bahwa Indonesia mencatatkan ekspor senilai US$23,44 miliar atau naik 11, 29% (YoY). Begitupun nilai impor mencapai US$19,33 miliar. Hasilnya Indonesia mencatatkan surplus neraca dangang US$4,10 miliar.
Nilai neraca perdagangan Juni 2025 tersebut tercatat lebih rendah dari Mei 2025 yang senilai US$4,30 miliar.
Ekspor diperkirakan masih tumbuh kuat sebesar 10% (YoY), ditopang oleh peningkatan pengiriman produk kelapa sawit, logam dasar, dan komponen elektronik ke AS dan China.
Sebaliknya, impor hanya tumbuh 5% (YoY), mencerminkan pelemahan permintaan domestic serta berlanjutnya kontraksi PMI manufaktur yang masih berada di bawah level 50. Surplus neraca perdagangan pada bulan Juni 2025 diprediksi lebih rendah yakni mencapai US 3,32 miliar.
