Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan angkat bicara mengenai investasi di  Indonesia. Hal tersebut Ia sampaikan setelah menghadiri Rapat Kerja Penetapan RAPBN 2020 di Ruang Rapat Banggar DPR-RI. Menurutnya perkembangan supply chain di Indonesia patut diapresiasi. Pasalnya, iklim investasi masih berjalan baik.

“Dulu kita ekspor raw material ini cuman USD350 juta, tahun lalu saja kita sudah eskpor itu setelah nilai tambah, itu sudah USD5,8 miliar. Itu angkanya bisa dilihat kok itu, tahun ini bisa sekian USD7 miliar. Tahun depan itu akan  USD12 miliar, pada tahun 2024 itu akan USD30 miliar. Investasi sepanjang ini termasuk tadi lithiuk baterai, recycle baterai itu saya kira akan lebih dari USD30 miliar dalam 4-5 tahun ke depan ini,” ujarnya di Jakarta

Dengan langkah pembangunan seperti yang disebutkan di atas, Menko Luhut berharap bahwa Indonesia dapat menjadi salah satu pemain global yang masuk ke dalam nominasi The Global Supply Chain.“Selama ini kita ekspor kemana? 98 persen ke Cina. Kita itu hanya ekspor saja bawa itu tanah yang isinya timah. Dan satu ton tanah itu belum tentu dapat 1 kg timah. Jadi berapa juta ton yang sudah berpuluh-puluh tahun kita ekspor,” tuturnya. Mengenai isu para investor yang gagal berinvestasi di Indonesia, Menko Luhut menyebutkan bahwa birokrasi seperti peraturan yang berbelit adalah salah satu penyebabnya.“Sekarang oleh Presiden dipotongin semua itu. Sekarang kita tiru aja Vietnam, kita tiru Thailand, tiru Singapura, tiru Malaysia. Itu aja benchmark kita,” pungkasnya.