Menlu “Retno Marsudi” menegaskan bahwa Indonesia dapat menekan defisit perdagangan dengan China sampai 46,08 persen. Ini dikarenakan angka ekspor naik dan nilai impor RI menurun pada semester I 2020, kenaikan ekspor diiringi dengan penurunan impor dari China ke Indonesia sebesar -11,86 persen.
Menlu “Retno Marsudi” juga mengusulkan pembentukan kelompok bekerja bersama perdagangan dengan China dalam pertemuan tersebut. Usulan tersebut demi meningkatkan kerja sama dagang dua negara, Indonesia mengusulkan “Join Working Group For Trade” guna memfasilitasi berbagai hambatan perdagangan dan memfasilitasi semakin dibukanya pasar China bagi produk Indonesia.
sejauh ini China masih menempati urutan kedua untuk nilai investasi terbesar di Indonesia, untuk urutan pertama yaitu Singapura, Delegasi Indonesia pada pertemuan bilaterla di kota Sanya pada kamis, 20 Agustus 2020 di pimpin oleh Mentri Luar Negri RI “Retno Marsudi” dan Menteri Badan Usaha Milik Negara “Erick Thohir”, untuk delegasi China dipimpin oleh Mentri Luar Negri China “Wang Yi”. Pertemuan Bilateral itu membahas sejumlah isu, diantaranya penguatan kerja sama dibidang perdagangan dan investasi, kesehatan dan keselamatan.
Menlu “Retno Marsudi” dan Mentri BUMN “Erick Tohir” turut menyaksikan penandatanganan dokumen perjanjian awal penjualan dan nota kesepemahaman pembelian prioritas antara PT.Bio farma (persero) dan perusahaan Bioteknologi asal China Sinovac Biotech Ltd dikota Sanya.
