Dihadapan ratusan ekonom yang hadir secara virtual, Mentri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan menjelaskan alasan penggunaan tenaga kerja asing (TKA) asal China dalam proyek strategis nasional (PSN), dia berdalih tenaga kerja lokal dikawasan proyek tersebut masih berpendidikan rendah, sehingga TKA asal China di butuhkan.
Kita lihat banyak daerah-daerah (Penghasil Sumber) mineral kita pendidikanya tidak ada yang bagus, jadi kalau ada banyak yang berteriak tidak pakai tenaga kerja kita, lah penduduk lokalnya saja pendidikannya ga ada yang bagus, misalnya saja Matematika rendah, “kata Luhut”
Berdasarkan data Fakultas Teknik Universitas Indonesia, kebutuhan sarjana teknik di Indonesia mencapai 117,982 orang pada 2019, Sementara yang tersedia hanya 20.635 orang, sedangkan untuk lulusan D3 teknik, kebutuhannya mencapai 194.183 orang dan yang tersedia hanya 5.242 orang. kalau orang ribut kenapa ga pakai yang kita punya ? ini data kita ambil dari profesor Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Memang kita ga punya pak, kurang kita, Mungkin sarjana sosial hukum tapi di teknik kita kurang, “kata Luhut dalam video virtual”
Diapun menekankan pentingnya hilirisasi yang menciptakan nilai tambah dalam transformasi ekonomi Indonesia, Hilirisasi ini punya peran penting karena memberi nilai tambah yang sangat bagus, mulai dari pajak, pendidikan, hingga potensi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Kita kan tidak mau terus-terusan mengandalkan komoditas.
Luhut menambahkan, Hilirisasi tambang juga berkontribusi dalam menopang perekonomian Indonesia selama pandemi Covid-19 dan atau pada saat pandemi usai. hal ini karena Hilirisasi tidak berdampak terlalu dalam dan ekspor produk turunan yang dihasilkan dari pabrik pengolahan semakin mejunjukan dampak positif.
Hilirisasi Nikel ini akan kita kembangkan sampai ujungnya baterai lithium dan mobil listrik. ditahun 2024 kita harap sudah produksi lithium battery tipe terbaru yaitu 811, dan ada recycling program juga untuk baterai itu, “kata Luhut”
