Presiden Joko Widodo mengintruksikan seluruh jajaranya untuk mempercepat pembangunan Pelabuhan Patimban yang berlokasi di kabupaten Subang, Jawa Barat. Pelabuhan yang diklaim akan menjadi pelabuhan terbesar di Indoensia ini, memiliki peran yang penting untuk dan strategis di dalam pertumbuhan ekonomi dan perdagangan diwilayah Jawa Barat, serta dalam mendongkrak industri otomotif dan eksport Indonesia.
Dia menjelaskan, daerah utara Jawa sudah tersambung dengan jalan tol, seharusnya hal itu bisa menjadi super koridor ekonomi, sebab fasilitas-fasilitas infrastruktur sudah relatif lebih siap untuk menopang kawasan industri, pariwisata, dan sentra-sentra pertanian. dan ia berharap Pelabuhan Patimban ini nantinya akan saling mengisi dan bersinergi dengan Pelabuhan Tanjung Priok.
Jokowi juga sebut Pelabuhan Patimban akan melengkapi pembangunan segitiga kawasan pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat. Mengisi dua sisi yang sudah terbangun yakni Bandara Kertajati, serta kawasan industri di Bekasi, Karawang dan Purwakarta, Pelabuhan Palimbang di perkirakan akan beroperasi Full di 2023.
Menko Perekonomian, Airlangga Hartato menjelaskan adapun nilai investasi dari pembangunan Pelabuhan Patimban ini mencapai Rp.43,2 Triliun dengan kebutuhan lahan seluas 369 hektar. sampai saat ini kemajuan pembangunan dermaga dan reklamasi sudah mencapai 81,98 persen, sementara breakwater dan seawall 55,62 pesen, Mentri Perhubungan Budi Karya Sumadi menambahkan, Pelabuhan Patimban akan menjadi pelabuhan terbesar di Indonesia, untuk tahap pertama bisa menampung muatan kapal sebanyak 7 juta teus, sedangkan secara keselutuhan bisa menampung 14 juta teus.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan, Pelabuhan Patimban akan menjadi pintu gerbang lahirnya kawasan metropolitan baru, yaitu kawasan Rebana yang terdiri dari Cirebon, Patimban dan Kertajati, Nantinya dalam Rebana tersebut akan ada sepuluh kota baru, dimana dalam hitungan kami kalau lancar akan hadir lima juta lapangan pekerjaan pekerjaan selama 15 tahun dan pergerakan ini akan menumbuhkan tambahan dua persen sampai empat persen pertumbuhan ekkonomi di Jawa Barat yang ujungnya kan menambah pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat yang ujungnya akan menambah ekonomi Internasional, ujar Pak Emil.
