Gelombang aksi unjuk rasa Omnibus Law UU Cipta Kerja terus mengalir ke Jakarta. Penanganan Covid-19 melalui PSBB ketat Pemprov DKI Jakarta pun akan berakhir sia-sia, saya yakin yang berwenang tahu dampak dari pengesahana ini, pasti demo. Akhirnya orang berkumpul lagi di Jakarta. Timbul klaster baru, usaha rakyat menahan diri dirumah menjadi sia-sia sudah, ujar Zita dalam siaran tertulisnya 08/10/2020.
DKI merupakan daerah yang paling banyak menerapkan berbagai cara untuk menghentikan pandemi Covid-19, namun hasilnya sama saja lantaran tidak mendapatkan dukungan dari berbagai pihak
Demonstrasi terjadi di kota-kota besar di Pulau Jawa, Sumatra dan Sulawesi, mereka menuntut pemerintah dan DPR membatalkan aturan sapu jagat itu. sebab banyak yang menilai aturan ini, merugikan masyarakat. Berikut adalah lima dari sekian banyak kota yang menggelar demo menolak UU Cipta Kerja. Jakarta, Makassar, Surabaya, Yogyakarta, Medan.
Lalu ada isu dimana Demokrat pimpin besar-besaran dalam rangka menolak Omnibus Law, bukan hanya jadi koordinator, Demokrat juga membiayainya aksi yang dilakukan buruh, terkait itu. Dengan tegas Ossy menyatakan hal tersebut Hoax dan fitnah.
Disaat rakyat menilai bahwa aspirasi dan harapan rakyat diperjuangkan secara sungguh-sungguh oleh partai Demokrat, ada bedebah yang tebar fitnah bahwa Partai Demokrat jadi koordonator yang membiayai demo rakyat. fitnah kejam terhadap Partai Demokrat, saya tegaskan bahwa ini 1000g% Hoax dan fitnah.
