Neraca Perdaganagan Indonesia hingga awal pekan November ini mencatat surplus yakni 13,51, hal ini di ungkapkan Wakil Mentri Perdagangan RI, DR. Jerry Sambuaga saat pelepasan ekspor sarang burung wallet di Medan, Sabtu (7/11/2020). Diakuinya semua itu tidak bisa dicapai tanpa dukungan dari semua kepala daerah termasuk Sumatra Utara (SUMUT).

Kinerja neraca perdagangan Indonesia sangat baik dengan membukukan surplus hingga USD 13,51 Miliar. Kontribusi ekspor nonmigas menjadi makin penting dengan mencatat USD 111,25 miliar untuk priode Januari-September 2020. jika dilihat dari data ekspor pada priode Januari-Agustus 2020, ekspor non migas Sumatra Utara tercatat sebedar USD 4,91 miliar atau naik 0,40 persen dari priode yang sama tahun sebelumnya.

menurut Wakil Mentri Perdagangan Jerry, Indonesia tengah gencar menjaga dan meningkatkan ekspor. Peningkatan eksor tidak berhenti karena Covid-19. jerry juga menyebut berbagai perjanjian perdaganagan secara bilateral maupun multilateral sebagai salah satu cara untuk memberikan keunggulan kompetitif bagi produk-produk Indonesia.

Hari ini kita serahkan Surat Keterangan Asal (SKA) kepada para pelaku usaha agar produknya di kenal berasal dari Indonesia, dari situ mereka akan mendapatkan potongan tarif bahkan hingga nol persen ke negara tujuan, dengan begitu, harganya bisa ditekan dan bisa bersaing “imbuh Jerry saat melepas ekspor produk sarang burung wallet dan kripik singkong di Medan.

Jerry menjelaskan, SKA adalah sebuah pernyataan resmi dari Pemerintah Indonesia mengenai asal sebuah produk ekspor. SKA merupakan salah satu instrumen yang dihasilkan oleh perjanjian perdagangan yang dilakukan oleh Kementerian Perdagangan bersama kementerian dan lembaga lain. Negara tujuan ekspor akan mengenali asal produk dari SKA tersebut dan memberikan pemotongan tarif hingga nol persen sesuai dengan perjanjian yang telah ditandatangani dengan Indonesia.