Dua Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni PT. Pelindo III (Persero) dan PT. KAI (Persero) berencana membangun 3 Jalur Kereta Pelabuhan. Hal ini ditandai dengan penandatanganan MoU dalam rangka sinergi dan kolaborasi di bidang logistik.

MoU merupakan bagian dari upaya peningkatan kolaborasi antara BUMN. Harapanya tentu saja untuk mengurangi biaya logistik di Indonesia yang selama ini masih terlalu tinggi, setidaknya melebihi rata-rata biaya logistik negara sejumlah negara lain.

Biaya Logostik Nasional itu masih sekitar 26% dari total PDB kita, ini sangat besar sekali dibandingkan negara-negara maju yang range itu diantara 8%-12%. Karena PDB kita sedemikian besar Rp.3000 triliun lebih maka 26% itu adalah angka yang sangat luar biasa, ujar Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo membuka agenda penandatanganan MoU, Didiek menyebutkan, jalur pelabuhan yang disodorkan yakni kereta api akses Pelabuhan Tanjung Intan di Cilacap, Tanjung Mas di semarang, dan Tanjung Perak di Surabaya.

Direktur Utama PT.Pelindo III U Saefudin Noer menambahkan, Pelabuhan Tanjung Intan dipilih karena lokasinya berada di Selatan Pulau Jawa, Menurutnya kawasan itu masih minim insfrastuktur logistik. Lalu ia menilai bahwa wilayah Cilacap juga punya potensi bisnis logistik besar karena banyaknya perusahaan besar mulai dari yang bergerak disektor energi hingga sektor pangan.

Mengenai pilihan Tanjung Mas, lanjut Saefudin, disodirkan untuk dibangun jalur kereta api karena adanya penugasan dari pemerintah agar pihaknya mendukung pengembangan kawasan industri di Batang dan Kendal. Mengenai Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya, Saefudin bilang bahwa pertumbuhan pengangkutan barang yang sangat pesat di pelabuhan tersebut. setidaknya, hampir 55% logistik nasional terpusat di Tanjung Perak. karenanya, peningkatan angkutan logistik praktis dibituhkan.

untuk Domestik peti kemas itu semua Pelabuhan di Surabaya Tanjung Perak dan kalau kita bisa efesiensikan proses operasi di Tanjung Perak bisa kita membantu menekan Cost of Logistik dalam skala nasional.