Badan Pusat Statistik (BPS) Melansir neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus 2 milliar dolar AS pada Februari 2021 dengan nilai ekspor 15,27 miliar dolar AS dan impor 13,26 miliar dolar AS. Dengan memperhatikan pertumbuhannya.
Nilai ekspor Indonesia pada bulan Februari 2021 ini sebesar 15,27 miliar, kalau kita lihat mont to mont memang ada sedikit penurunan dari ekspor bulan Januari turun tipis sebesar 0,19 persen, Namun kalo kita bandingkan secara year on year mengalami peningkatan 8,56 persen. Kecuk mengatakan, kinerja ekspor ini merupakan hal yang menggembirakan pasalnya, Kinerja ekspor pada bulan November 2020 terus mengalami pertumbuhan positif secara yoy.
Suhariyanto menyampaikan perdagangan Indonesia dengan beberapa negara masih mengalami surplus, di antaranya dengan Amerika Serikat surplus 1,2 miliar dolar AS, dengan Filipina Surplus 450 Juta dolar AS, dan dengan India surplus 341 juta dolar AS.
Sedangkan perdagangan dengan beberapa negara mengalami defisit yakni dengan China defisit 968,5 juta dolar AS, dengan Australia 391 juta dolar AS, dengan Brazil defisit 216 juta dolar AS. Dengan demikian, lanjut dia, neraca perdagangan Indonesia secara kumulatif selama Januari-Februari 2020 yang nilainya surplus 1,88 juta dolar AS.
“Performa ekspor kita sangat menjanjikan karena naiknya permintaan dari berbagai negara juga didukung kenaikan harga berbagai komoditas, sehingga kita harapkan impor dan ekspor semakin bagus dan menggeliat “Kata Suhariyanto”
Peningkatan impor ini merupakan hal yang baik karena, ini merupakan pertumbuhan positif, pertama sejak bulan Juni 2019 yang pada waktu itu tumbuh 2,02 persen secara tahunan.
