Penerapan Terminal Booking System (TBS) di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok masih terus berlanjut meskipun hingga kini belum ada penerapan sanksi atau penalti terhadap kebijakan tersebut. Sistem TBS ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi layanan kepelabuhanan, khususnya pada terminal petikemas, guna mengantisipasi potensi kemacetan di area pelabuhan.

TBS memberikan sejumlah manfaat penting, seperti integrasi sistem manajemen lalu lintas dan pengawasan keselamatan, serta mendukung perencanaan lalu lintas dan pengelolaan kapasitas berbasis data analitik dan prediksi. Melalui sistem ini, volume lalu lintas dapat dikendalikan agar tidak melampaui kapasitas penanganan terminal dan area pelabuhan.

Selain itu, TBS juga berfungsi untuk memantau performa terminal secara real time, melakukan mitigasi kemacetan, memberikan peringatan dini, serta menyajikan rekomendasi guna menjaga kelancaran arus lalu lintas baik di sisi laut (seaside) maupun darat (landside). Fitur pelaporan dan dashboard juga tersedia bagi para pemangku kepentingan.

“Belum ada sanksi yang diberlakukan. Saat ini TBS masih terus berjalan di Pelabuhan Priok untuk mengatur kegiatan receiving dan delivery (R/D),” ungkap Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo).

Untuk aktivitas harian, kapasitas R/D di beberapa terminal tercatat sebagai berikut:

  • Jakarta International Container Terminal (JICT): 4.500 boks per hari

  • TPK Koja: 2.000 boks

  • IPC TPK Internasional (OJA dan TSJ): masing-masing 1.500 boks

  • IPC TPK Domestik (MSA dan Temas): 2.000 boks

  • IPC TPK Domestik (009): 800 boks

  • IPC TPK Domestik (Adipurusa): 1.500 boks

  • IPC TPK Domestik (DHU): 1.500 boks

  • NPCT-1: 2.800 boks

  • MAL/NPH: 1.200 boks

  • PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Multipurpose): 350 boks

  • Prima Nur Panurjwan (PNP): 750 boks

  • Indonesia Kendaraan Terminal (IKT): 1.500 unit kendaraan per hari.

Kontainer Longstay Masih Ribuan

Per Senin, 3 November 2025 pukul 02.00 WIB, tercatat masih terdapat 8.330 kontainer longstay atau kontainer yang belum keluar dari lapangan terminal petikemas di kawasan pabean Tanjung Priok. Dari jumlah tersebut, 7.681 boks merupakan kontainer yang sudah lebih dari tiga hari menumpuk, sedangkan 649 boks telah berada di terminal lebih dari 30 hari.

Rinciannya untuk kontainer dengan masa penumpukan lebih dari tiga hari yaitu:

  • JICT: 3.886 boks

  • TPK Koja: 716 boks

  • IPC TPK Internasional (OJA): 503 boks

  • IPC TPK Internasional (TSJ): 62 boks

  • IPC TPK Domestik (MSA): 118 boks

  • Temas: 75 boks

  • 009: 150 boks

  • Adipurusa: 577 boks

  • DHU: 467 boks

  • NPCT-1: 598 boks

  • PNP: 528 boks.

Sementara itu, untuk kategori kontainer yang telah menumpuk lebih dari 30 hari, jumlahnya sebagai berikut:

  • JICT: 350 boks

  • TPK Koja: 137 boks

  • OJA: 1 boks

  • TSJ: 2 boks

  • MSA: 27 boks

  • Temas: 1 boks

  • 009: 3 boks

  • Adipurusa: 66 boks

  • DHU: 44 boks

  • NPCT-1: 11 boks

  • PNP: 7 boks.