Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) kembali memperkuat fasilitas operasionalnya dengan mendatangkan satu unit quay container crane (QCC) baru. Kedatangan alat ini merupakan bagian dari rencana pengadaan tiga unit QCC, setelah dua unit sebelumnya tiba dan dibongkar pada Desember lalu.
Proses pengiriman dan penanganan bongkar muat peralatan berat tersebut dikelola oleh PT Indo Formosa Trading selaku perwakilan resmi Sany Marine Heavy Industry dari Tiongkok. QCC dikirim menggunakan kapal HAI TENG 007 yang sandar di TPK Koja pada Kamis, 15 Januari 2026.
Direktur Pemasaran PT Indo Formosa Trading, Sunarno, menyampaikan bahwa pengiriman QCC dilakukan bersamaan dengan dua unit rubber tyred gantry (RTG) crane yang dialokasikan untuk MSA Meratus. Ia menuturkan seluruh tahapan logistik berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Kapal tiba pada Kamis, 15 Januari 2026 dan langsung siap untuk proses pembongkaran. Secara keseluruhan kegiatan berjalan lancar, meskipun cuaca kurang mendukung,” ujar Sunarno.
Penambahan unit QCC ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas serta efisiensi pelayanan bongkar muat di TPK Koja. Dengan dukungan peralatan baru, terminal menargetkan peningkatan performa operasional sekaligus menunjang kelancaran arus logistik di Pelabuhan Tanjung Priok sebagai salah satu pusat perdagangan utama nasional.
Manajemen TPK Koja menjelaskan bahwa pengadaan peralatan tersebut merupakan bagian dari paket investasi fasilitas yang disusun berdasarkan evaluasi kebutuhan operasional dan kajian teknis. Modernisasi ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, meminimalkan kendala logistik, serta mendukung pengembangan terminal menuju konsep pelabuhan ramah lingkungan.
Sebelumnya, pada pengiriman tahap pertama tanggal 12 Desember, TPK Koja telah menerima dua unit QCC dan empat unit electric rubber tyred gantry (E-RTG). Sementara itu, pengiriman tahap kedua berupa satu unit QCC direalisasikan pada Kamis, 15 Januari.
QCC terbaru ini dirancang untuk melayani kapal kelas super post-Panamax dengan jangkauan hingga 63 meter atau setara dengan sekitar 22 baris kontainer, menggantikan derek lama yang hanya mampu menjangkau kapal Panamax dengan bentang sekitar 35 meter atau 13 baris kontainer. Adapun unit E-RTG akan memperkuat aktivitas penanganan kontainer di area penumpukan.
Seluruh peralatan baru tersebut menggunakan sumber tenaga listrik, sejalan dengan komitmen TPK Koja dalam menekan emisi dan meningkatkan efisiensi energi. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi operasional terminal guna meningkatkan kapasitas, keandalan, serta keberlanjutan layanan bongkar muat.
