Juru bicara dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Febri Hendri Antoni Arif mengatakan, rencana pemindahan pelabuhan impor atau entry point untuk sejumlah komoditas industri ke Indonesia Timur akan tetap berjalan.

Saat ini, rencana pemindahan belum dibahas dengan Presiden Prabowo Subianto. Namun, Ia optimis rencana tersebut bakal terealisasi.

“Belum (belum dibahas dengan presiden), Presiden kan masih di luar negeri,” kata Febri

“Tentu optimistis (bakal dilanjutkan). Karena itu salah satu upaya melindungi pasar domestik,” tegasnya.

Sebelumnya, pemerintah berencana memindahkan pelabuhan impor untuk sejumlah komoditas industri tertentu ke wilayah Indonesia Timur.

Menurut Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, ada tiga titik yang sudah ditetapkan untuk pelabuhan impor, yakni Sorong di Papua, Bitung di Sulawesi Utara, dan Kupang di Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Ini sesuai dengan usulan memindahkan pintu masuk barang impor dalam rangka mengamankan pasar domestik bagi produk dalam negeri sekaligus meningkatkan kapasitas logistik di Indonesia,” kata Agus.

Beberapa komoditas yang jadi prioritas program pemindahan itu antara lain elektronik, tekstil dan produk tekstil (TPT), pakaian jadi, alas kaki, kosmetik, keramik, katup, dan obat tradisional.

Agus menyebutkan, alasan pemindahan entry point adalah karena kondisi rawan terhadap serbuan barang impor murah atau illegal. Sehingga, pemindahan pelabuhan impor ke Kawasan Indonesia bagian timur akan menjadi fokus Kabinet Merah Putih.

“Ini kami jadikan fokus kebijakan pemerintahan Kabinet Merah Putih untuk menetapkan pelabuhan impor di Sorong, Bitung, dan Kupang,” tegas Agus.

Pemerintah sebelumnya sudah menargetkan pemindahan pelabuhan pintu masuk barang impor ke luar Pulau Jawa bisa dilaksanakan paling lambat pada 2024.

Rencana pemindahan sudah dibahas Bersama oleh Kemenperin, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dan Kementerian Perdagangan (Kemendag).