Bursa Saham di Asia menguat setelah pasar global mencapai rekor seiring dengan komentar optimistis Gubernur Federal Reserve (the Fed) Jerome Powell yang mendukung asset beresiko. Sementara itu, pedagang mata uang tetap waspada karena pemerintah Prancis jatuh setelah mosi tidak percaya.
Indeks Saham Topix Jepang menguat 0,5% indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,7%, sementara saham berjangka di Hongkong sedikit lebih rendah.
Saham berjangka AS sedikit berubah setelah kenaikan pada Rabu untuk S&P 500 dan Nasdaq 100 yang sarat teknologi mendorong indeks utama saham global ke level tertinggi baru.
Pergerakan tersebut didorong oleh perusahaan teknologi AS yang disebut Magnificent Seven menguat selama empat sesi berturut-turut. Reli tersebut dibantu oleh kenaikan untuk Nvidia Corp dan Meta Platforms Inc.
Imbal hasil obligasi AS atau US Treasury stabil setelah reli di sesi sebelumnya di seuluruh kurva. Imbal hasil 10 tahun turun empat basis poin pada hari Rabu. Sementara imbas hasil dua tahun yang sensitif terhadap kebijakan turun lima basis poin.
Dalam acara New York Times Deal Book Summit di New York, Powell mengatakan ekonomi AS dalam kondisi yang sangat baik, dan menyampaikan bahwa risiko penurunan dari pasar tenaga kerja telah surut.
Powell juga mengatakan pejabat Federal Reserve mampu bersikap hati-hati saat mereka menurunkan suku bunga ke tingkat netral yang tidak merangsang atau menahan ekonomi.
Di Eropa, euro menghadapi tantangan lebih lanjut menyusul perselisihan mengenai anggaran tahun depan di Paris. Pemimpin sayap kanan Prancis Marine Le Pen dan koalisi sayap kiri memberikan suara menentang pemerintahan Perdana Menteri Michel Barnier, sehingga memperburuk prospek bagi investor.
Pasar sebagian besar telah memperkirakan hasil tersebut sebelum waktunya yang terjadi setelah perdagangan regulasi ditutup.
Mata uang won stabil setelah kekacauan awal minggu ini di Korea Selatan Presiden Yoon Suk Yeol diperkirakan akan berpidato di hadapan rakyat pada Kamis malam.
Yen stabil di sekitar 150 per dollar pada perdagangan kamis pagi. Imbal hasil untuk utang pemerintah Australia dan Selandia Baru turun pada kami pagi, mencerminkan pergerakan dalam Obligasi pemerintah pada hari sebelumnya.
