Holding BUMN MIND ID mengungkapkan rencana investasi senilai Rp. 267 triliun 2029.

Direktur Portofolio dan Pengembangan Usaha MIND ID Dilo Seno Widagno mengatakan rencana investasi itu telah masuk dalam rencana jangka Panjang perusahaan (RJPP). Dilo juga menyebut investasi itu hanya berasal dari empat anak usahanya, yakni PT Aneka Tambang Tbk (Antam), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Inalum, dan PT Timah Tbk (TINS).

Artinya, rencana investasi itu belum termasuk dari PT Freeport Indonesia dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

“Dari RJPP-nya kita petakan bahwa MIND IND, empat perusahaan saja, tanpa Freeport sama Vale, kita berkomitmen sampai dengan 2029 akan punya rencana investasi totalnya itu Rp. 267 triliun,” ucap Dilo.

Selain itu, Dilo juga mengklaim sudah memiliki rencana pendanaan untuk investasi tersebut. Meskipun demikian, dia belum bisa memerinci dari mana saja asal pendanaan yang dimaksud.

“Pendanaannya sudah kita rencanakan,” katanya.

Lanjutnya, berdasarkan paparan Dilo, MIND ID menargetkan pendapatan konsolidasi bisa meningkat 15,05% per tahun dalam kurun waktu 2025-2029.

Dengan kata lain, pendapatan konsolidasi MIND ID ditargetkan naik dari perkiraan 2024 sebesar Rp. 131,8 triliun menjadi Rp. 265,6 triliun pada 2029.

Lebih terperinci, pada 2025 perusahaan menargetkan pendapatan konsolidasi naik menjadi Rp. 157,2 triliun. Lalu pada 2026 naik lagi menjadi Rp, 178,5 triliun, 2027 naik menjadi Rp. 195,1 triliun, dan pada 2028 ditargetkan naik menjadi Rp. 234,8 triliun.

Dilo menjelaskan bahwa dengan pendapatan yang bisa terus bertambah setiap tahunnya, maka MIND ID bisa masuk ke dalam daftar Fortune Global 500.

Kriteria perusahaan-perusahaan yang bisa masuk ke dalam Fortune Global 500 yakni perusahaan yang bisa  mencetak pendatapan sebesar US$32,4 miliar pada 2033 dan 2034 sekitar US$33 miliar.

Menurut Dilo, MIND ID diperkirakan mencetak pendapatan sekitar Rp. 541,7 triliun atau sekitar US$35,64 miliar pada 2033. Untuk 2034, pihaknya memperkirakan Perseroan bisa mencetak pendapatan sebesar Rp. 615,8 triliun atau US$35,95 miliar.