Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan RI mengalami surplus 1,96 miliar dolar AS pada Januari 2021 dengan nilai Ekspor 15,30 miliar dolar AS dan Impor 13,34 miliar dollar AS. “Posisi ini jauh lebih bagus kalau kita bandingkan dengan neraca perdagangan Januari 2019 yang juga Defisit 980 juta dollar AS” kata kepala BPS Suhariyanto saat mengelar konferensi pers yang ditayangkan secara virtual di Jakarta. Senin.

Menurut Suhariyanto, performa neraca dagang Januari 2021 cukup bagus karena ekspornya meningkat 12,24 persen dibandingkan dengan Januari 2020 yang lalu. Ekspor pertanian naik 13,91, persen indusri naik 11,72, dan tambang naik 16,92 persen.

Hal itu jauh lebih bangus dibandingkan dengan tahun lalu dan ini menimbulkan harapan bahwa ekspor dibulan-bulan kedepan akan terus tumbuh dan pemulihan ekonomi berjalan sesuai dengan harapan “kata Suhariyanto”

Mendag mengatakan terdapat 10 Negara yang menjadi destinasi ekspor utama Indonesia. Diantaranya RRT, Amerika Serikat, Jepang, India, Singapura, Malaysia, Filipina, Korea Selatan, Vietnam dan Thailand.

Sementara berdasarkan Negaranya, Indonesia masih mengalami defisit dengan beberapa negara dipriode yang sama, yakni dengan Tiongkok defisit 1,09 miliar dollar AS, dengan Australia 243,6 juta dolar AS, dan dengan Korea Selatan defisit 192,3 juta dolar AS.