Pemerintah terus membahas mengenai usulan pemindahan agar tidak terjadi overcapacity di pelabuhan yang menjadi pintu masuk produk impor ke Indonesia.

Kepala Badan Kebijakan Perdagangan Kementrian Perdagangan (Kemendag) fajarani Puntodewi menyampaikan, opsi pemindahan pelabuhan saat ini masih dibahas di Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian.

“Memang ada opsi itu, perubahan pintu masuk impor itu. Hanya kan masih dibahas di Kemenko Perekonomian,” ungkapnya.

Rencana pemindahan pintu masuk barang impor sebelumnya sempat mencuat pada masa pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Kala itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan dan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita sepakat untuk memindahkan pintu masuk tujuh komoditas impor agar tidak terjadi penumpukan barang di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara dan Tanjung Perak, Surabaya.

Tujuh komoditas itu yakni tekstil dan produk tekstil, pakaian jadi dan aksesori pakaian jadi, keramik, elektronik, alas kaki, kosmetik dan barang tekstil sudah jadi lainnya.

“Kalau penumpukan barang impor di pelabuhan memang susah pengendaliannya karena sudah over capacity,” kata Zulhas (4/9/2024).

Oleh karena itu, pemerintah telah mempertimbangkan sejumlah pelabuhan alternatif yang dapat dijadikan sebagai pintu masuk barang impor. Misalnya, ke Semarang Jawa tengah, Belawan Sumatera Utara, Batam Kepri, Bitung Sulawesi Utara, Makassar Sulawesi Selatan dan Sorong Papua.

Rencana ini sebelumnya juga telah diajukan kepada Presiden Jokowi. Dalam usulannya Kementrian Perindustrian (Kemenperin) telah memberikan gambaran dan konsep yang akan diterapkan jika pelabuhan impor nantinya dipindah.

“ya itu pemindahan pelabuhan sudah saya usulkan kepada Bapak Presiden. Termasuk konsepnya, kita berharap dalam waktu dekat ini aka nada tindak lanjut dari Bapak Presiden,” kata Agus.