Kali ini Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP) AS akan memblokir Impor kapas dan produk tomat dari wilayah Xinjiang di China Barat. Bukan hanya itu, Produk turunannya termasuk benang kapas, tekstil, pakaian jadi, serta pasta tomat, dan produk lain juga akan dilarang masuk. Ini dilakukan karena tudingan produk tersebutdiproduksi dengan kinerja paksa yang dilakukan China ke Muslim Uighur diprovinsi itu. Aturan itu awalnya berlaku 8 September lalu, namun kini diundur ke pekan depan.

Sebelumnya pemerintahan Trump meningkatkan tekanan pada China atas perlakuannya terhadap Muslim Uighur Xinjiang. Perserikatan Bangsa-Bangsa PBB mengatakan memiliki laporan yang dapat dipercaya bahwa 1 juta Muslim telah ditahan dibeberapa kamp diwilayah tersebut, tempat mereka ditempatkan untuk bekerja. China menyangkal penganiayaan terhadap Muslim Uighur dan mengatakan beberapa kamp itu adalah pusat pelatihan kejuruan. Menurut China itu diperlukan negara tersebut untuk melawan ekstremisme.

Pada Juli, Washington mengeluarkan peringatan yang mengatakan perusahaan yang berbisnis di Xinjiang menggunakan tenaga kerja dari wilayah itu dapat terkena risiko reputasi, ekonomi, dan hukum. Departemen Luar Negri juga mengatakan telah mengirim surat ke Perusahaan -Perusahaan Amerika terkemuka Walmart Inc, Apple Inc, dan Amazon.com Inc yang memperingatkan mereka atas risiko yang dihadapi dari pertahanan rantai pasokan terkait dengan pelanggaran hak asasi manusia diwilayah Xinjiang