Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan komitmennya untuk terlibat dan mendukung berbagai kegiatan untuk Pelabuhan Tanjung Priok sebagai salah satu tempat perdagangan dan penumpang terbesar di Indonesia.

“Pemprof DKI ikut dan terlibat didalam kegiatan-kegiatan dan ‘support’ untuk pelabuhan ini, “kata Anies dalam rekaman video diacara seminar “Sinergi pemprov DKI Jakarta dan pelindo II Menyongsong Wajah Baru Pelabuhan Tanjung Priok” dalam menyambut Hari Pers Nasional (HPN) 2021, di Jakarta, Jumat”.

Dukungan ini diberikan, kata Anies, karena posisi dari Pelabuhan Tanjung Priok yang terletak di Utara Provinsi DKI Jakarta, bernilai sangat strategis bagi Perekonomian Indonesia. Tanjung Priok, lanjut Anies, sangat penting bagi kegiatan perekonomian karena disinilah pintu gerbang untuk kegiatan Impor-Ekspor.

Berdasarkan data dari PT. Pelabuhan Indonesia II, Pelabuhan Tanjung Priok memiliki peran sebagai pintu gerbang arus barang yang menghubungkan Jakarta dengan kota-kota besar lain di dunia seperti Tanjung Priok-AS (New York, Norfolk, Charleston, Los Angles, Okland, dll);Tanjung Priok-Intra Asia (Hongkong, Singapura, Colombo, dll); Tanjung Priok-Eropa; dan Tanjung Priok-Australia (Brisbane, Sydney, Melbourne).

Trafik Kapal selama 2020 di Tanjung Priok adalah 11.081 unit dengan muatan sebanyak 130.626.296 Gros Ton (GT). Muatan tersebut ada yang dibawa dalam 6.170.468 TEUS dan 16.765.216 ton berada dalam muatan nonpetikemas. PT. Pelabuhan Indonesia II menyebutkan bahwa Pelabuhan Tanjung Priok kini bertrasformasi menjadi pelabuhan digital.

Pelabuhan Tanjung Priok juga mengalami penambahan dan pengembangan terhadap fasilitas pelabuhan, seperti: perbaikan infrastruktur pelabuhan, penambahan alat bongkar muat, elektrifikasi peralatan, pengembangan fasilitas, “shore to ship” perbaikan dan modernisasi gudang dan lainya. Pelabuhan ini juga dikembangkan menjadi Tanjung Priok Port CIty, dengan diadakanya antara lain optimalisasi asset-asset pelabuhan yang kurang optimal, peluasan kapasitas dan area Pelabuhan, dan peningkatan ketersediaan dan utilisasi fasilitas pelabuhan.