CEO DP World Ahmed bin Sulayem mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan sangat besar apalagi didukung dengan populasi yang sangat tinggi. Oleh karena itu, di antara negara kawasan Timur jauh, Indonesia yang paling berpotensi untuk untuk dikembangkan pelabuhan peti kemas Internasional.

DP World akan membangun pelabuhan peti kemas Internasional berkapasitas 3 juta kontainer dan 100 hektare kawasan industri. Untuk tahap awal, akan ada 1.200 lapangan pekerjaan yang tentunya akan terus bertambah dengan adanya arus logistik dan kawasan industri, Serta sektor-sektor yang mendukung pelabuhan peti kemas tersebut.

Dengan dibangunnya jalur logistik dan kawasan industri di Jatim, dapat membuat kawasan tersebut menjadi pintu gerbang perdagangan utama di Indonesia. Apalagi, Maspion Group memiliki area pelabuhan dan kawasan industri yang mumpuni. Harapannya, dengan adanya potensi yang dimiliki serta didukung dengan pekerja-pekerja Indonesia yang memiliki keterampilan, industri ini akan berjalan dengan baik.

Presiden Direktur Maspion Group Alim Markus akan berkomitmen untuk mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan Indonesia agar selaras dengan Masterplan Presiden Joko Widodo untuk menjadikan Indonesia ekonomi terbesar kelima di dunia. Pengerjaan proyek pelabuhan peti kemas ini ditargetkan dimulai pada kuartal III/2021 dengan total investasi hingga US$ 1,2 miliar serta diharapkan rampung pada tahun 2022 dan segera bisa beroperasi

Perusahaan patungan ini juga akan mengembangkan kawasan industri dan logistik terintegrasi, bersebelahan dengan terminal peti kemas, dengan luas lahan awal 110 hektare dengan kemungkinan perluasan pada masa yang akan datang.