Pejabat Senior Amerika Serikat (AS) dan China kemungkinan akan meninjau Implementasi Kesepakatan Dagang Fase 1 keduanya mungkinan akan saling mengeluh karena hubungan yang semakin menegangkan akhir-akhir ini, Dilansir dari The Straits Time, Peninjauan tersebut sedianya akan dilangsungkan pada 15 Agustus melalui Video Converence. Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Wakil Perdana Mentri China Liu He sepertinya akan berpartisipasi dalam pertemuan tersebut.
Kesepakatan dagang Fase 1 ditandatangani oleh kedua negara pada 15 Januari dan diaktifkan sebulan kemudian. Rencana pertemuan tersebut pertama kali dilaporkan oleh Wall Street Journal. Sementara itu, Kantor Perwakilan Dagang AS dan Kementrian Keuangan AS tidak menanggapi permintaan komentar atas rencana tersebut. Dibawah kesepakatan Dagang Fase 1 China telah berjanji untuk meningkatkan pembelian barang. barang AS sekitar US$ 200 miliar (Rp.2.912) di atas level 2017 termasuk produk pertanian, manufaktur, energi, dan jasa.
tetapi China, yang terkumpul oleh resesi global akibat virus corona, masih jauh di belakang target yang diperlukan untuk memenuhi target tahun pertamanya sebesar US$ 77 miliar (Rp.1.121 triliun). Impor barang pertanian lebih rendah dari level 2017, jauh dibelakang peningkatan 50% yang dibutuhkan untuk memenuhi target 2020 sebesar US$ 36,5 miliar (Rp 531 triliun), Beijing hanya membeli 5% dari produk energi yang dibutuhkan untuk memenhi target Tahap 1 ditahun pertama sebesar US$ 25,3 miliar (Rp 368 triliun).
