Menteri Perdagangan Budi Santoso melaporkan penurunan impor barang konsumsi sebesar 2,21 persen pada April 2025.

Impor barang konsumsi tercatat 1,70 miliar dollar AS atau sekitar Rp. 27,6 triliun. Angka ini turun dari 1,74 miliar dollar AS pada Maret 2025.

“Impor  barang konsumsi yang turun adalah monitor, mobil listrik, dan jeruk mandarin,” kata Budi.

Impor masih didominasi bahan baku dan penolong dengan porsi 72,73 persen. Barang modal menyumbang 19 persen, sedangkan barang konsumsi hanya 8,27 persen.

Impor bahan baku dan penolong naik 11,09 persen menjadi 14,97 miliar dollar AS dari sebelumnya 13,5 miliar dollar AS. Sementara itu, barang modal meningkat 5,66 persen dari 3,70 miliar dollar AS menjadi 3,91 miliar dollar AS.

Emas batangan nonmoneter, gula tebu, dan jet turbo menjadi komoditas bahan baku yang impornya melonjak. Pada barang modal, kenaikan terbesar terjadi pada unit pengolah lainnya, apparatus pengirim suara dan data, serta computer pribadi (PC).

Secara total, impor Indonesia pada April 2025 tercatat 20,59 miliar dollar AS. Nilai ini naik 8,80 persen dibadning Maret 2025 dan melonjak 21,84 persen dibanding April 2024.

Kenaikan hanya terjadi pada impor nonmigas, yang naik 14,39 persen dibanding Maret 2025. Sebaliknya, impor migas turun 19,44 persen.

Jika dibanding April 2024, impot nonmigas meningkat 29,86 persen. Sebaliknya, impor migas turun 15,57 persen.

Beberapa produk impor nonmigas dengan lonjakan terbesar secara bulanan, antara lain, gula dan kembang gula (naik 128,61 persen), logam mulia dan perhiasan (128,06 persen), kain rajutan (79,06 persen), biji dan buah mengandung minyak (54,37 persen), serta filamen buatan (49,45 persen).

Negara pemasok utama impor nonmigas Indonesia tetap Tiongkok, Jepang, dan Singapura. Ketiganya menyumbang 52,68 persen dari total impor nonmigas April 2025.

Kenaikan terbesar berasal dari Swiss (naik 344,72 persen), Uni Emirat Arab (110,61 persen), Afrika Selatan (72,55 persen), Kanada (58,33 persen), dan Singapura (53,86 persen).

Secara kumulatif januari-April 2025, impor Indonesia mencapai 76,29 miliar dollar AS. Nilai ini naik 6,27 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan dipicu oleh naiknya impor nonmigas sebesar 9,18 persen. Di sisi lain, impor migas turun 8,27 persen.