Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau aktivitas pengapalan barang ekspor dan impor di Terminal Peti Kemas (TPK) Koja, kawasan Pelabuan Tanjung Priok pada Ahad, 6 Oktober 2019. Saat ini, pelabuhan logistik tersebut beroperasi tidak hanya pada hari kerja, tapi juga akhir pekan. Budi Karya mengatakan saat ini aktivitas pengapalan dan bongkar-muat barang meningkat dari semula sekali sepekan menjadi dua hingga tiga kali sepekan.
Penambahan waktu pelayanan tersebut juga berdampak mengurangi kemacetan di jalan tol sekitar Tanjung Priok imbas bongkar-muat barang, Dengan penambahan hari pelayanan ini, Budi Karya menargetkan kapasitas bongkar-muat barang di Pelabuhan Tanjung Priok meningkat. Berdasarkan data PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Tanjung Priok, pada 2018 kapasitas bongkar-muat mencapai 7,5 juta TEUs, Adapun pada 2017, kapasitas bongkar-muat tercatat lebih rendah ketimbang 2018, yakni hanya 6,5 juta TEUs. Pada 2019, Budi Karya menargetkan kapasias tersebut naik menjadi 8 juta TEUs.”Sekarang kira-kira sudah 40 persen (dari) yang direncanakan 8 juta TEUs,” ucapnya
