Kementrian Perhubungan membuka beberapa Pelabuhan, salah satunya Pelabuhan Depapre di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, sekaligus membuka rute baru tol laut dengan kode T-19 yang menjadi akses konektivitas di wilayah Papua dan Papua Barat.
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kemenhub Capt. Antoni Arif Priyadi dalam rilis yang diterima di Jakarta, Selasa, menyebutkan pembukaan Pelabuhan peti kemas Depapre merupakan wujud semangat masyarakat Papua dan konsistensi Pemerintah daerah dalam memuka peluang untuk memajukan daerahnya.
Saat bertolak kembali untuk melanjutkan perjalanannya, KM Logistik Nusantara 2 mengangkut muatan balik sebanyak 11 kontainer untuk dikirim kembali ke Merauke. salah satunya berisi air minum dalam kemasan RobongHolo dan 10 kontainer lainya berisi batu ciping.
Inilah salah satu wujud tujuan adanya program Tol Laut, mendapat kiriman produk yang dibutuhkan dalam pengirimkan produk lokal keluar daerah, ini menjadi pencapaian yang luar biasa bagi operasinya pelabuhan baru seperti Pelabuhan Depapre di Kabupaten Jayapura.
Antoni mengungkapkan, Merauke membutuhkan batu ciping dan pasir dengan permintaan cukup tinggi untunk membangun infrastruktur di daerah tersebut. seperti membangun rumah, gedung, jembatan dan jalan. Selama ini, kebutuhan bahan-bahan tersebut diperoleh dari luar pulau, salah satunya dari Palu, Sulawesi Tengah dengan harga yang cukup tinggi karena biaya logistik yang cukup besar.
Namun dengan adanya Tol Laut kini mereka mendapat pasokan dari pulau Papua itu sendiri dan tentunya dengan harga yang terjangkau karena biaya logistik lebih murah, dengan adanya rute tol laut ini, dinilai sangat membantu para pengusaha dan pekerja lokal untuk memasarkan produknya secara lebih luas dan menguntungkan.
