Dilansir oleh KONTAN.CO.ID. Aktivitas ekspor-impor di Pelabuhan Tanjung Priok  terus berjalan meskipun pemerintah telah mengeluarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara ketat di DKI-Jakarta untuk mempercepat penanganan wabah Virus Corona atau sering disebut Covid-19. Sebagai pintu gerbang perdagangan, PSBB yang kembali diberlakukan dijakarta tidak berdampak besar, IPC tetap dan siap memberikan pelayanan terbaik dipelabuhan sekalipun dimasa pandemi “ujar Direktur Utama PT.Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II (Persero) atau IPC, “Kata Arif Suhartono”

Pihaknya melakukan penambahan prosedur penanganan bongkar muat barang sesuai dengan protokol kesehatan, serta memberlakukan sistem Shift yang ketat untuk para pekerja yang melayani di lapangan, dapat dipastikan juga bahwa penerapan protokol kesehatan ini merupakan bagian dari upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang dalam pelaksanaannya tidak berdampak pada gangguan operasional dilapangan. Arif menambahkan, pelabuhan seperti Pelabuhan Tanjung Priok memiliki karakteristik yang berbeda dengan moda pelayanan trasportasi lainnya. pelayanan yang dominan di Pelabuhan Tanjung Priok adalah barang baik kontainer maupun non kontainer.

Untuk itu, dengan segala upaya antisipasi yang tinggi, IPC akan mengedepankan pelayanan, karena pelayanan memiliki peran yang strategis sebagai fasilitator pedagang, kondisi yang sama juga terjadi diberbagai pelabuhan diluar negri. sebagai informasi, Pada semester I-2020 terdapat penurunun terhadap arus peti kemas dimana arus peti kemas tercatat sebanyak 3,34 juta TEUs, atau turun 7,62% dibandingkan priode yang sama pada tahun lalu sebesar 3,62 juta TEUs. Arus non peti kemas terealisasi sebesar 25,34 juta ton, lebih rendah 10,78% dibandingkan tahun lalu sebesar 28,41 juta ton.

Sementara itu, arus kapal mengalami penurunan sebesar 12,19%, dibandingkan Juli 2019 yaitu dari 100,80 juta GT menjadi 88,52 juta GT. Akibat imbas PSBB priode pertama, arus penumpang turun sebesar 64,37% dibandingkan dengan priode sebelumnya yaitu dari 552 ribu menjadi 197 ribu penumpang. Rute-rute yang turun adalah dari negara produsen seperti China. karena selama pandemi negara tersebut menghentikan produksi, namun demikian, hingga Australia lalu, IPC masih meayani Rute-rute langsung (direct call) ke Australia, Tiongkok, Korea Selatan, Hongkong, Taiwan, dan beberapa negara-negara di Asia Tenggara seperti Vietnam,Filipina, Thailand, Singapura dan Malaysia.