Tenaga Ahli Madya Kedeputian III Kantor Staf Presiden (KSP) Ina Nurmalia  Kurniati menyebut, implementasi vaksinasi COVID-19 dan sinergi kebijakan akan memberikan sentimen positif bagi sektor ekonomi Indonesia.

ini akan terus mendorong memuntum pertumbuhan ekonomi kedepan “kata Ina” dalam acara KSP mendengar seri ke-10 dari Situation Room Gedung Bima Graha, Jakarta. KSP pun optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa berkisaran 4,5 persen – 5,5 persen pada 2021, karena sejalan dengan perbaikan ekonomi yang mulai terjadi pada triwulan IV-2020.

KSP mendengar dengan tema Defisit Anggaran dan Utang Pemerintah diambil agar dapat agar masyarakat benar-benar memahami postur utang dan anggaran Pemerintah, dan tidak terjebak dalam mis informasi yang beredar.

dalam kesempatan ini, Staf khusus mentri Keuangan Yustinus Prastowo mengatakan Indonesia berhasil menjaga rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dalam 10 tahun terakhir level dibawah 30%, meski begitu, Prastowo juga mengakui rasio tersebut sempat naik pada 2020 seiring dengan bertambahnya utang untuk penanganan Covid-19. karena sebenarnya pembiayaan utang stabil Indonesia sejak 2015. Pada 2020 memang utang lebih besar karena dampak pandemi.

Karena pelunasan juga dilakukan, sehingga mengurangi beban. Dengan begitu, pengelolaan utang Indonesia sudah sangat prudent dan menunjukan kehati-hatian yang kurang tinggi “kata Prastowo” ia menambahkan, pemerintah berkomitmen untuk menjaga difisit fiskal secara moderat dan tidak melebihi tiga persen terhadap PDB.

Pada kesempatan ini, Reza Dharmayanda, salah satu peserta KSP mendengar, mengusulkan agar Pemerintah membuat gambaran atau bagan infografik sederhana yang bisa menunjukan utang Indonesia dikelola secara prudent. Dengan begitu, kata Reza masyarakat tidak mudah memandang negatif nilai utang Indonesia. Terlebih, katanya, selama ini utang Pemerintah tersebut diperuntukan bagi penanganan pandemi COVID-19.