“Pertemuan ini merupakan implementasi dari visi Presiden Joko Widodo dalam meningkatan ekspor, yaitu dengan membuka pasar baru bagi produk Indonesia, dan EAEU adalah pasar nontradisional,”ujar Mendag.
Menteri Keuangan Sri Mulyani fokus menertibkan tata kelola Pusat Logistik Berikat guna mencegah adanya pelanggaran, misalnya pada impor tekstil dan produksi tekstil. Membanjirnya tekstil impor belakangan disebut menyebabkan banyak industri lokal gulung tikar.
Selama ini (pengapalan) barang-barang (ekspor dan impor) relatif tidak maksimal di Sabtu dan Minggu. Oleh karenanya, saya minta ke tim perhubungan untuk aktifkan (pelabuhan logistik) pada Sabtu dan Minggu," ujarnya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Ahad, 6 Oktober 2019.
Menurut Sri Mulyani, angka dorongan urbanisasi itu cenderung lebih kecil dibandingkan dengan negara berkembang lain di wilayah Asia Tenggara. Di Cina misalnya.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Indrasari Wisnu Wardhana mengatakan revisi 18 beleid tersebut ditargetkan rampung sebelum Kabinet Kerja I berakhir pada 20 Oktober 2019.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan biaya logistik di Indonesia masih jadi salah satu kendala. Bahkan dibandingkan negara lain, biaya logistik di dalam negeri masih lebih mahal.